Cara Mengajukan KPR Rumah Second, Panduan Step By Step Sampai Akad Kredit

Benarkah pengajuan KPR rumah second itu ribet dan panjang prosesnya? Sebenarnya tidak jika Anda mengetahui langkah-langkahnya dengan benar dan teliti.
Mari kita pelajari bersama cara mengajukan KPR rumah second, panduan dari nol sampai akad berjalan.

Pengalaman KPR Rumah Second

Anda yang pernah mencari rumah tentunya paham suka dukanya. Mulai dari mencari rumah yang lokasinya strategis, harganya pas di kantong, hingga proses pembeliannya.
Namanya beli rumah, pastinya tidak dapat disamakan dengan beli gorengan. Karena harganya mahal, Anda harus ekstra teliti dan ekstra sabar dalam pencarian dan pembeliannya.
Membeli rumah lagi pasti ada saja kendalanya, entah harganya yang kurang sesuai, hingga berebut rumah dengan peminat lainnya.
Nah, jika Anda tidak mau kecolongan terus karena uang belum cukup, tentunya KPR rumah second dapat jadi solusinya.
Tetapi banyak yang bilang proses KPR rumah second itu ribet dan panjang. Benarkah demikian?
Untuk mengubah anggapan bahwa proses KPR rumah second itu ribet dan panjang, Finansialku mengajak Anda untuk mengetahui cara mengajukan KPR rumah second.
Berikut panduan rinci KPR rumah second dari nol sampai akad berjalan.

#1 Mencari Rumah yang Sesuai dan Kesepakatan dengan Pihak Penjual

Seperti telah disebutkan sebelumnya, mencari rumah yang sesuai itu tidak gampang. Sekalinya ada rumah yang cocok dan bagus kualitasnya, eh harganya tidak pas di kantong.
Alhasil selalu dibutuhkan waktu lama dalam mencari rumah yang cocok.
Jika memang Anda telah menemukan rumah yang kira-kira harganya pas dan sesuai dengan kebutuhan Anda, maka Anda harus cepat-cepat membuat kesepakatan (deal) dengan penjual.
Jika tidak, Anda dapat saja kecolongan oleh peminat lainnya yang mungkin rela membayar lebih mahal dari Anda.
Pertama adalah sampaikan minat Anda kepada penjual, barulah lakukan penawaran harga hingga kedua belah pihak sepakat.
Ingat untuk mengestimasikan dahulu kemampuan finansial Anda untuk membayar DP rumah sebelum menawar.Jangan sampai telah capek menawar malah tidak jadi.
Jika Anda masih kesulitan mengukur kemampuan finansial Anda untuk beli rumah, Anda dapat merencanakan persiapan uang muka (down payment) rumah dengan memakai Aplikasi Finansialku.
Dengan demikian Anda dapat mengetahui berapa dana yang Anda harus siapkan untuk KPR rumah second. Jika Anda pengguna baru silakan daftar di sini atau download di Google Play Store.

#2 Mencari KPR yang Sesuai

Langkah selanjutnya setelah Anda mencapai kesepakatan dengan penjual adalah mencari bank dengan KPR yang sesuai dengan kualifikasi Anda.
Anda dapat mengajukan KPR dengan menyiapkan syarat-syarat yang diberikan oleh pihak bank. Pastinya syarat tiap bank berbeda-beda, tetapi syarat umum yang biasanya diminta adalah sebagai berikut:
  1. Kartu keluarga dan KTP
  2. NPWP
  3. Surat nikah
  4. Slip gaji 3 bulan terakhir
  5. Surat keterangan kerja
  6. Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir
Selain syarat tersebut, jangan lupa bawa dokumen lengkap terkait rumah yang akan dibeli. Anda dapat memintanya dari pihak penjual.
Adapun dokumen rumah yang biasanya dibutuhkan adalah sebagai berikut:
  1. Fotokopi sertifikat.
  2. Fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB).
  3. Fotokopi bukti pembayaran PBB tahun terakhir.
  4. Surat kesepakatan jual-beli rumah antara penjual dan pembeli yang ditandatangani di atas materai.

#3 Proses Penilaian (Appraisal)

Setelah pengajuan diterima oleh pihak bank, maka akan dilakukan proses penilaian atau appraisal untuk menilai kelayakan debitur terhadap pinjaman yang diajukan.
Proses yang biasa dilakukan adalah pengecekan kondisi finansial dan BI Checking. Penilaian ini dilakukan sebagai langkah antisipasi bank terhadap kredit macet.
Proses appraisal selanjutnya adalah penilaian harga rumah. Dalam proses ini, pihak bank akan melakukan survei ke rumah terkait untuk mengestimasi harganya.
Estimasi harga inilah yang nantinya menjadi panduan untuk menentukan plafon pinjaman yang akan diberikan bank kepada debitur.
Biasanya debitur akan dikenakan biaya appraisal yang berkisar Rp500.000 (dapat diminta di muka atau pada akhir proses appraisal). Namun, pihak debitur tidak perlu ikut serta dalam proses appraisal tersebut.
Setelah proses appraisal selesai, Bank akan memutuskan persetujuan KPR dan jumlah pinjaman yang disetujui.
Umumnya, jumlah pinjaman adalah sebesar 80% dari estimasi harga yang diperoleh via appraisal.
Nah, setelah ini barulah pihak debitur harus menyediakan uang untuk membayar biaya KPR yang biasanya berkisar 10% dari plafon pinjaman.

#4 Mengurus Surat Perjanjian Kredit (SPK)

Langkah keempat adalah mengurus Surat Perjanjian Kredit (SPK).
Jangan lupa untuk selalu mengecek isi SPK karena seluruh ketentuan dan biaya yang tertulis merupakan ketentuan yang berlaku di bawah hukum dan tidak dapat diganggu gugat nantinya.
Adapun beberapa poin yang sebaiknya Anda cek adalah sebagai berikut:
1. Suku bunga yang ditetapkan
2. Biaya lain yang bisa muncul, seperti: 
  1. Biaya provisi
  2. Biaya administrasi
  3. Biaya asuransi
  4. Biaya notaris
  5. Biaya pajak, dan lain-lain
3. Penalti atau denda pelunasan dipercepat
4. Penentuan notaris yang akan mengurus seluruh dokumen pembelian rumah

#5 Proses Tanda Tangan Akad

Setelah SPK disetujui oleh pihak debitur, maka selanjutnya Anda dapat melakukan proses akad.
Proses akad akan dilakukan dengan bantuan dan arahan notaris terpilih dengan kehadiran pihak-pihak terkait (penjual, pembeli, pihak bank).
Cara Mengajukan KPR Rumah Second, Panduan Step By Step Sampai Akad Kredit
Untuk menyelesaikan proses akad, Anda sebagai pihak pembeli dan debitur perlu melakukan beberapa hal berikut ini:
  1. Melunasi biaya KPR
  2. Melunasi seluruh biaya notaris yang menjadi kewajiban pihak pembeli (misal: biaya jasa notaris dan biaya pembuatan dokumen terkait)
  3. Menyiapkan dan menyerahkan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan, antara lain:
  4. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  5. Kartu Keluarga (KK)
  6. NPWP
  7. Sertifikat rumah
  8. IMB
  9. PBB
  10. Menunggu notaris mengecek keabsahan seluruh dokumen terkait
  11. Menghadiri akad dan menandatangani akad di hadapan notaris. Jika Anda telah menikah, maka Anda wajib datang bersama pasangan
  12. Mendengarkan seluruh hak dan kewajiban pihak-pihak terkait dalam jual beli rumah second tersebut
Karena pembelian rumah pakai sistem KPR, maka terdapat dua buah akad yang harus Anda tanda tangani sebagai pembeli:
  1. Akad jual beli yang mengikat pihak pembeli dan penjual
  2. Akad kredit yang mengikat pihak pembeli dan pihak bank yang memberikan KPR
Jika akad berjalan dengan lancar, maka setelahnya pihak bank akan langsung mentransfer dana yang telah disepakati kepada pihak penjual.
Setelah itu, proses balik nama akan langsung dikerjakan oleh notaris yang bersangkutan. Setelah selesai, sertifikat, IMB, serta PBB asli harus diserahkan kepada pihak bank sebagai jaminan.
Anda kemudian akan memperoleh kunci rumah, beserta dengan fotokopi sertifikat, akta jual-beli, dan IMB dari notaris tiga bulan setelah penandatanganan akad kredit.

Jangan Jadikan Proses KPR Sebagai Beban
Bagaimana? Sebenarnya proses KPR tidak sesulit yang Anda bayangkan bukan?
Selama Anda telah menyiapkan seluruh kelengkapan dokumennya dan telah mengukur kemampuan finansial Anda sebelumnya, maka seluruh proses akan berlangsung lebih cepat.
Yang biasanya membuat proses KPR lama adalah karena tidak lengkapnya dokumen atau karena Anda tidak mengetahui adanya ketentuan dan biaya-biaya yang memang harus dibayarkan.
Intinya adalah jangan jadikan proses KPR sebagai beban, tetapi jalani prosesnya sebagai suatu pembelajaran untuk pembelian rumah selanjutnya.

Sumber: finansialku.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel